Tema: Satu Daerah Banyak Budaya, Kutai Tetap Utama
Samarinda — SDN 013 Samarinda Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 melalui kemenangan dalam Lomba TikTok Berbahasa Kutai yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
Dalam lomba tersebut, tim siswa SDN 013 Samarinda Utara mengusung tema “Satu Daerah Banyak Budaya, Kutai Tetap Utama”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan kondisi nyata sekolah yang dihuni oleh siswa dari beragam latar belakang budaya, seperti Kutai, Jawa, Bugis, Banjar, Dayak, dan lainnya. Meski demikian, video pemenang tersebut menegaskan bahwa Bahasa Kutai tetap menjadi bahasa utama dan identitas lokal yang dihargai bersama.
Video yang diunggah menampilkan perpaduan berbagai unsur budaya yang hidup di lingkungan sekolah, mulai dari pakaian, ekspresi seni, hingga simbol-simbol budaya yang menjadi ciri khas para siswa. Seluruh dialog dan narasi disampaikan menggunakan Bahasa Kutai, sehingga pesan pelestarian budaya lokal semakin kuat dan jelas.
Kepala SDN 013 Samarinda Utara memberikan apresiasi tinggi atas kreasi yang dihasilkan para siswa. “Video ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk menjunjung identitas lokal. Justru melalui kebersamaan itulah peserta didik mampu menunjukkan bahwa Bahasa Kutai tetap menjadi bagian penting dari jati diri daerah,” ujarnya.
Karya tersebut dinilai unggul karena mampu mengangkat nilai budaya secara kreatif, relevan, dan sesuai dengan semangat Hardiknas yaitu memajukan pendidikan sekaligus melestarikan budaya daerah. Kombinasi visual yang menarik, penggunaan Bahasa Kutai yang baik, serta pesan keberagaman yang harmonis menjadikan video ini layak menjadi juara.
Video pemenang dapat dilihat pada tautan berikut:
https://vt.tiktok.com/ZSyVFVGQe/
SDN 013 Samarinda Utara berharap prestasi ini dapat mendorong semakin banyak peserta didik untuk bangga terhadap budaya daerah, serta terus menghasilkan karya positif melalui media digital.
.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar