Guruku
Dulu kau dihormati, disegani,
namamu disebut dengan penuh arti.
Namun kini, di zaman yang beda,
mengapa banyak yang mencaci, menghina?
Di kelas kau menanam ilmu,
mengukir masa depan tanpa ragu.
Tapi tangan-tangan tak tahu balas,
menjadikanmu bahan lelucon bebas.
Adab terkikis, hormat pun pudar,
guru tak lagi dipandang benar.
Ketegasan dianggap menindas,
nasihatmu disalah tafsirkan keras.
Bukan guru yang berubah hati,
tapi zaman yang kehilangan nurani.
Jika ilmu tanpa hormat dipelajari,
bagaimana kelak dunia ini?
Wahai mereka yang masih sadar,
hormatilah guru, jangan mencemar.
Sebab tanpa mereka di sisi kita,
takkan ada cahaya di masa depan sana.
Samarinda, 19.02.2025
Rasidi

Komentar
Posting Komentar